KITAINDONESIASATU.COM – Delegasi National Olympic Committee of Cambodia (NOCC) menyatakan bahwa penarikan dilakukan karena kekhawatiran serius atas keselamatan atlet dan ofisial.
Kamboja akhirnya memutuskan mundur dari SEA Games 2025 di Thailand sehari setelah upacara pembukaan, sebelumnya, Kamboja sudah sempat menarik diri dari delapan cabang olahraga sebagai antisipasi keamanan tapi keputusan akhirnya adalah mundur total.
Alasan kemunduran karena kekhawatiran serius terhadap keselamatan atlet dan staf, menyusul eskalasi konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja serta permintaan keluarga atlet agar mereka dipulangkan.
Di sisi lain mundur Kamboja terjadi di tengah eskalasi ketegangan dan konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand — termasuk dilaporkannya bentrokan militer dan penembakan, yang memicu kekhawatiran besar di pihak Kamboja.
Penarikan mendadak, meskipun tim Kamboja sempat hadir di upacara pembukaan, baru keesokan harinya mereka menarik seluruh atlet dan ofisial untuk meninggalkan Thailand.
“Surat resmi dari NOCC menyebut bahwa permintaan dari keluarga atlet untuk segera dipulangkan menjadi salah satu pertimbangan penting,” bunyi informasi itu.
Sementara tahapan mundur dari sebagian cabor ke pengunduran total dan seluruh atlet kembali mengundurkan diri.
Meskipun sebenarnya, sebelumnya, Kamboja sudah mundur dari beberapa cabang olahraga (cabor), seperti sepakbola, judo, karate, pencak silat, petanque, wushu, gulat, dan sepak takraw.
Dalam pengumuman awal NOCC, pengurangan jumlah atlet dilakukan dengan maksud untuk mempermudah pengelolaan keamanan.
Namun setelah situasi memburuk dan konflik di perbatasan makin membahayakan, keputusan diperluas — seluruh delegasi ditarik.
Faktor eksternal, konflik perbatasan dan eskalasi kekerasan yang terus terjadi hingga menyebabkan kekhawatiran khususnya pihak Kamboja.
Konflik antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan yang mulai memanas kembali dianggap sebagai ancaman nyata, hingga berujung penarikan seluruh atlet.
Dikabarkan bahwa bentrokan bersenjata — termasuk serangan udara oleh Thailand — telah menimbulkan korban dan ketidakpastian situasi keamanan.
Dengan kondisi seperti itu, mengirim atlet ke wilayah yang dinilai rawan dianggap terlalu berisiko bagi keselamatan mereka dan keluarga mereka.
Pengunduran ini menyebabkan kekacauan dalam jadwal dan penyelenggaraan SEA Games — misalnya tim lain bisa diuntungkan dari absennya kontingen Kamboja.
Namun dari sisi Kamboja, keputusan ini dianggap sebagai langkah preventif dan tanggung jawab terhadap keselamatan atlet dan ofisial di tengah krisis.
Ada juga pertanyaan publik terkait apakah alasan keamanan memang satu-satunya, atau ada pertimbangan lain — meskipun NOCC menekankan bahwa keputusan berfokus pada keselamatan.
Kamboja mundur dari SEA Games 2025 karena situasi keamanan yang dinilai membahayakan — eskalasi konflik perbatasan dengan Thailand, kekhawatiran dari keluarga atlet, dan tanggung jawab NOCC untuk menjamin keselamatan delegasi. Mundur dilakukan secara bertahap, pertama dari sebagian cabor, kemudian total ketika risiko dinilai terlalu besar. **

