KITAINDONESIASATU.COM – Data terbaru dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap fakta mencengangkan mengenai kondisi sanitasi di ibu kota. Sebanyak 119 ribu kepala keluarga (KK) di 205 kelurahan wilayah Jakarta dilaporkan belum memiliki septic tank yang layak. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Anie Ruspitawati menyatakan bahwa angka ini merupakan tantangan besar yang perlu segera diatasi. “Ketiadaan septic tank yang memenuhi standar kesehatan dapat mencemari air tanah dan lingkungan sekitar, meningkatkan risiko penularan penyakit seperti diare, tifus, dan penyakit kulit,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Wilayah-wilayah padat penduduk dengan akses terbatas terhadap infrastruktur sanitasi menjadi penyumbang terbesar angka ini. Faktor ekonomi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya sanitasi yang sehat juga menjadi penyebab utama.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi masalah ini, termasuk pembangunan septic tank komunal dan bantuan subsidi bagi keluarga kurang mampu. Gubernur Pramono Anung pun membangun septic tank di Kelurahan Cideng pada Jumat (2/5/2025).
Namun, tantangan implementasi di lapangan, seperti keterbatasan lahan dan koordinasi antar instansi, menjadi kendala tersendiri. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap sanitasi lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah. (*)

