KITAINDONESIASATU.COM – Laporan mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali mencuat ke publik pada Sabtu (11/4/2026). Berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan lingkaran dalamnya, Mojtaba dikabarkan masih dalam masa pemulihan akibat luka parah di bagian wajah dan kaki yang dideritanya saat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada awal perang, akhir Februari lalu.
Laporan yang dilansir dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa wajah Mojtaba mengalami cacat fisik atau disfigurasi akibat hantaman serangan terhadap kompleks pemimpin tertinggi di Teheran pusat.
Selain luka di wajah, ia juga dilaporkan menderita cedera signifikan pada kakinya, dengan beberapa intelijen Barat berspekulasi adanya amputasi. Meski mengalami luka fisik yang berat, sumber tersebut mengeklaim bahwa ketajaman mental pria berusia 56 tahun itu tetap terjaga dan ia masih aktif memimpin rapat-rapat penting melalui konferensi audio.
Misteri mengenai kondisi Mojtaba semakin diperkuat dengan absennya dokumentasi visual, baik foto maupun video, sejak ia diangkat menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada 8 Maret 2026.
Pemerintah Iran sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rincian cedera tersebut, meskipun beberapa media pemerintah sempat menggunakan istilah “janbaz” atau pahlawan perang yang terluka parah untuk merujuk pada sang pemimpin.
Spekulasi mengenai kesehatan Mojtaba Khamenei ini muncul di tengah ketidakpastian politik di Timur Tengah dan dimulainya negosiasi damai tingkat tinggi di Islamabad. Kondisi fisiknya menjadi faktor krusial bagi stabilitas internal Iran dalam menghadapi tekanan internasional yang kian meningkat.
Publik kini menanti rilis foto atau rekaman audio resmi yang dijanjikan akan dipublikasikan dalam waktu dekat untuk meredam simpang siur informasi di kancah global.(*)


