KITAINDONESIASATU.COM – Komisi E DPRD DKI Jakarta menyoroti pengadaan Mobile Planetarium seharga Rp5,8 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025 oleh Dinas Kebudayaan (Disbud).
Justin Adrian Untayana, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta milihat rencana tersebut tidak sesuai dengan harga pasaran dan berpotensi menjadi temuan di kemudian hari jika dipaksakan.
Setelah ia telusuri harga Mobile Planetarium di pasaran jauh lebih rendah daripada angka yang diajukan oleh Dinas Kebudayaan.
“Saya temukan bahwa barang yang sama di pasaran hanya sekitar USD 70 ribu, atau setara Rp1,2 miliar, dengan spesifikasi resolusi 4,5 juta piksel. Dinas Kebudayaan seharusnya menunjukkan e-katalog terkait pengadaan ini agar kita bisa melihat apakah spesifikasi senilai Rp5,8 miliar ini lebih unggul,” kata Justin dalam keterangan resminya, Jumat (22/11).
Selain Mobile Planetarium, Justin juga mempertanyakan rencana pengadaan tiga unit proyektor resolusi XGA 1024×768 yang diajukan dengan harga Rp214 juta per unit. Ia menilai nilai tersebut terlalu tinggi untuk spesifikasi proyektor yang tergolong standar.
Justin menekankan bahwa meskipun APBD DKI Jakarta bernilai Rp91 triliun, setiap rupiah harus dikelola secara efektif dan transparan.
“Setiap rupiah dalam APBD harus dipastikan penggunaannya, jangan sampai digunakan secara serampangan. Kita perlu memastikan alokasi anggaran benar-benar untuk kebutuhan yang mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Aldi)

