Ia menyatakan bahwa telah berulang kali mengadu kepada pemerintah, termasuk mengirimkan surat keberatan ke Kantor Wali Kota, namun tidak ada tanggapan yang memadai.
Sundari juga menjelaskan bahwa dampak dari pembangunan ini telah merusak rumahnya, termasuk retaknya teras dan dinding garasi.
“Karena getaran akibat pemasangan besi besar, saya merasa seperti mengalami gempa bumi,” ujarnya.
Sundari juga menceritakan bahwa pernah ada sisa bangunan yang jatuh, namun pembangunan tetap dilanjutkan tanpa memperhatikan keselamatan warga di sekitarnya.
Hal ini membuatnya terpaksa menghentikan praktik medis yang biasa dijalaninya di rumahnya.
Kekecewaan Komisi 4 DPRD Medan
Sekretaris Komisi 4 DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menyayangkan sikap pihak pemerintah kota yang terkesan tidak responsif terhadap keluhan warga.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ibu ini. Seharusnya, di usia yang sudah lanjut, beliau bisa menikmati kehidupan yang tenang, bukan terganggu oleh dampak pembangunan ini,” ujar Hutagalung.
Politisi Gerindra ini juga menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tanpa izin tetangga harus dihentikan segera dan Satpol PP tidak boleh berpangku tangan.

