Ahman menjelaskan, kerjasama itu sengaja dilakukan untuk memudahkan para nelayan untuk membongkar hasil tangkapan ikan.
Selain itu, PPI di sana juga akan dibangun tempat pelelangan ikan untuk memudahkan proses penjualan ikan.
“Alur ini penting karena memudahkan keluar masuknya nelayan dari laut lepas menuju PPI untuk bongkar muat hasil tangkapan. Nanti di daratnya akan kami bangun PPI sehingga nelayan akan terpusat untuk melelang ikan di PPI Paljaya,” tutur dia.
Ahman memerinci, alur pelabuhan akan memiliki panjang 5 kilometer dengan total luas pembangunan 50 hektare.
Selain PT TPRN, nantinya juga ada perusahaan lain yang akan ikut berinvestasi dalam pembangunan tersebut yakni PT Mega Agung Nusantara atau PT MAN.
“Dengan adanya kesepakatan ini, maka masing-masing kepentingan bisa berjalan. DKP Jabar juga memiliki visi penataan kawasan pelabuhannya,” ucap dia.
Jika semua berjalan sesuai rencana, lanjut dia, diharapkan kawasan Desa Segara Jaya akan menjadi pusat industri perikanan di Kabupaten Bekasi.
“Jadi, kawasan Bekasi Utara ke depan menjadi kawasan industri perikanan. Ketika nelayan umpamanya tidak memiliki alurnya, kami siapkan dari sekarang (alur pelabuhannya),” tutur dia. (Joy Andre/Yo)


