Berita UtamaNews

Kisah Pilu TKW asal Dampit Malang Terbakar Memeluk Balita 3 Bulan di Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong

×

Kisah Pilu TKW asal Dampit Malang Terbakar Memeluk Balita 3 Bulan di Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong

Sebarkan artikel ini
erawati
Ilustrasi foto Erawati TKW asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tewas di Hong Kong. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong yang memakan banyak korban diketahui 9 di antaranya adalah WNI seorang dirawat dan 95 orang lainnya selamat, Senin (1/12/2025).

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menjelaskan di kawasan itu setidaknya terdapat 140 WNI yang tinggal di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong yang mengalami kebakaran hebat itu, Rabu (26/11/2025) lalu.

Hingga saat ini pencarian korban terus dilakukan mengingat ada sekitar 35 orang WNI yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Dari peristiwa kebakaran itu mengisahkan banyak cerita seperti yang dialami pahlawan devisa Ernawati warga Dampit, Kabupaten Malang ini yang tingga di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong saat kejadian kebakaran.

Ernawati saat itu sedang mengasuh dan merawat seorang bayi berusia 3 bulan di dalam sebuah apartemen di kawasan Wang Fuk Court Taipo, berdua dengan bayi mungil yang ditinggal kerja orang tua mereka.

Di dalam unggahan sosial media majikan Ernawati yang diwawancarai sejumlah wartawan mengungkapkan kekecewaannya kehilangan buah hati dan asisten rumah tangga yang merawat anaknya yang masih bayi.

Majikan itu mengatakan tidak tahu harus bagaimana sekarang, setelah kehilangan seorang bayi dan asisten rumah tangga, sementara ia dengan susah payah bisa mendapatkan anak saat usia tidak muda lagi, sementara sekarang anaknya menjadi korban kebakaran hebat itu.

​​Menurut informasi yang beredar, jasad Erawati ditemukan dalam keadaan erat memeluk bayi majikannya, dii tengah kengerian api yang melalap, naluri kemanusiaan Erawati mengambil alih segalanya.

Pelukan terakhirnya adalah perisai bagi sang bayi, sebuah tindakan heroik yang menunjukkan dedikasi dan cinta kasih yang mendalam, bahkan di ujung nyawa.

​”Ya Allah, ditemukan dalam pelukan bayi yang diasuhnya. Itu kabar yang paling membuat hati kami hancur,” ujar seorang rekan seperjuangan Erawati, menahan tangis dalam unggahan sosial media Facebook.com.

Kematian dan teridentifikasinya korban Erawati akhirnya sampai juga di rumah duka di Jl Demak Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang hanya bisa pasrah dan menunggu kepulangan jenazah almarhumah.

Pemulangan jenazah Erawati membutuhkan waktu sekitar seminggu hingga dua minggu ke depan karena alasan sejumlah prosedur pengurusan surat dan pemulangan jenazah hingga dikediaman korban.

Pihak KJRI Hong g telah menghubungi keluarga besar korban dan kini korban hanya bisa berharap jenazah bisa segera sampai di Dampit, Kabupaten Malang secepatnya.

Erawati sendiri sosok wanita pendiam, dan bekerja keras serta memiliki tekat besar membantu suaminya meningkatkan ekonomi keluarganya di kampung halamannya.

Erawati berangkat ke Hong Kong sebagai Pekerja Migran Indonesia sejak tahun 2011, lalu pada tahun 2017 Erawati sempat pulang ke Malang kemudian menikah dengan Suyitno pada tahun 2018.

Usai menikah tak lama kemudian Erawati kemudian kembali ke Hong Kong dengan kontrak kerja selama dua tahun hingga berakhir pada Maret 2016 tahun depan.

Erawati kini menjadi penopang ekonomi keluarganya sebagai PMI di Hong Kong, bahkan Erawati menyisihkan uangnya untuk membangun sebuah rumah baru, meskipun belum rampung 100 persen di kampung halamannya.

Erawati sudah merancang cita-citanya jika kontrak selama dua tahun berakhir mengangun rumah hingga merancang membuat toko untuk berjualan menambang penghasilan keluarga.

Erawati masih sempat video call kepada keluarga saat kondisi kritis dimana api mulai mengepung apartemen tempat dirinya bekerja, ia terlihat menggendong seorang bayi berusia 3 bulan anak dari majikannya.

Dalam video call nya itu ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga melalui saluran ponsel dalam genggamannya di puncak gedung apartemen di Tai Po, Hong Kong.

Panggilan berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya sambungan telepon Erawati terputus dan dikonfirmasi meninggal dunia dalam kebakaran hebat itu.

Suyitno suami Erawati mengatakan jika di apartemen ia sedang menjaga seorang anak balita anak dari majikannya, yang tinggal dilantai 8 apatemen bersama majikan di Tai Po, Hong Kong.

Erawati kini meninggalkan seorang putera dari hasil pernikahannya dengan Suyitno yang kini masih berusia 6 tahun. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *