Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program-program strategis nasional.
“Perkuat program standar pelayanan minimum enam pelayanan dasar urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial,” ujar Tito.
Ia juga mendorong kepala daerah untuk menciptakan inovasi dan kreasi pembangunan yang ramah lingkungan dan efisien.
“Lakukan efisiensi sehingga setiap rupiah benar-benar berarti untuk rakyat. Tidak dilarang melakukan rapat atau pertemuan penting di hotel atau restoran sepanjang benar-benar bermanfaat sekaligus menghidupkan sektor hospitality,” tambahnya.
Tito turut mengimbau agar pemerintah daerah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui upaya kreatif berbasis potensi wilayah masing-masing.
Hal ini mencakup kemudahan perizinan berusaha, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, air, dan listrik, serta pengembangan Mal Pelayanan Publik dan penyelesaian dokumen perencanaan tata ruang seperti RTRW dan RDTR guna menciptakan lapangan kerja.
Arahan terakhir Mendagri adalah membangun kekompakan antar-stakeholder di semua tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa. Stabilitas politik dan keamanan menjadi landasan utama agar pembangunan dapat berlangsung secara aman, lancar, dan sukses. (Nicko)

