KITAINDONESIASATU.COM – Dunia kembali dibuat tegang usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi militer untuk menyerang Iran. Menurut laporan eksklusif Wall Street Journal, Trump telah menyetujui rencana serangan, namun hingga kini belum memberikan perintah akhir untuk mengeksekusinya.
Mengutip sumber anonim, laporan itu menyebutkan bahwa Trump masih menunggu keputusan akhir dari pihak Iran terkait kelanjutan program nuklirnya. Target utama serangan kabarnya adalah fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Iran di Fordow, lokasi yang hanya bisa dihancurkan dengan senjata pemusnah paling canggih milik AS.
Dalam pernyataan sebelumnya di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa dirinya masih menimbang-nimbang keterlibatan militer AS dalam konflik antara Israel dan Iran.
“Saya mungkin melakukannya, saya mungkin tidak. Saya tidak ingin perang, tapi jika pilihannya adalah perang atau mereka memiliki senjata nuklir, Anda tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Trump menegaskan bahwa keputusan final akan diambil pada waktu yang dianggap tepat, bahkan membuka kemungkinan keputusan itu diumumkan dalam beberapa hari mendatang
Sementara itu, dari pihak Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan tegas menolak ultimatum dari Trump. Dalam pidato resminya, Khamenei memperingatkan bahwa keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik akan memicu konsekuensi yang sangat berat.
“Zionis telah membuat kesalahan besar, dan mereka akan menanggung akibatnya,’’ tegas Khamenei.
Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak sejak Israel melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah titik strategis di Iran, termasuk pangkalan militer dan fasilitas nuklir. Media Iran melaporkan sedikitnya 585 korban tewas dan lebih dari 1.300 orang terluka akibat serangan brutal tersebut.
Sebagai balasan, Iran pun meluncurkan rentetan serangan rudal ke wilayah Israel, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai ratusan lainnya. Eskalasi panas ini memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya perang skala besar di kawasan Timur Tengah. (*)

