Brigjen Faizal juga mengapresiasi kesiapan stakeholder seperti Dinas Perhubungan, BPJT, BUJT, Dinas Kesehatan, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan perhubungan.
“Kesiapan stakeholder terkait sudah cukup bagus, sehingga kami dari Korlantas mengharapkan kerja sama dan kolaborasi yang solid untuk kesiapan Operasi Ketupat 2026 mencapai 95 persen,” sambungnya, memastikan bahwa mudik di Tol Cipali dan koridor lain dapat berjalan optimal berkat kesiapan Operasi Ketupat 2026 mencapai 95 persen.
Selain itu, Dirgakkum menyebut bahwa pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan arus di luar proyeksi.
Potensi bangkitan lalu lintas, baik saat mudik maupun arus balik, tetap menjadi variabel kritis dalam perencanaan kesiapan Operasi Ketupat 2026 mencapai 95 persen, khususnya di Tol Cipali yang memiliki karakteristik volume tinggi saat puncak mudik Lebaran.
“Kegiatan persiapan sudah kita lakukan, termasuk survei di tempat-tempat wisata, pelabuhan, hingga peninjauan terakhir di Merak. Kita bersyukur di beberapa titik sudah ada perbaikan dan penambahan prasarana untuk kesiapan Operasi Ketupat 2026 mencapai 95 persen,” ujar dia.
Ia kemudian memastikan bahwa mudik via Tol Cipali dan jalur penyeberangan dapat dioptimalkan melalui kesiapan Operasi Ketupat 2026 mencapai 95 persen.


