KITAINDONESIASATU.COM – Kesaksian sopir bus yang membawa rombongan karyawan RSBS.
Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalur wisata Gunung Bromo ketika sebuah bus pariwisata rombongan karyawan RS Bina Sehat Jember keluar jalur dan menabrak pembatas, pagar.
Serta sepeda motor setelah rem bus dikabarkan hilang fungsi saat menurun.
Akibat peristiwa tersebut, delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Sopir bus, Albahri (55), mengalami trauma mendalam, namun mampu memberikan kesaksian sopir yang krusial dalam mengungkap kronologi kecelakaan.
Albahri mengatakan bahwa sejak melewati daerah Jatian, ia sudah merasakan rem bus’tidak enak’ dan kehilangan respon.
Ia sempat memperlambat kendaraan dan menepi, namun kondisi rem makin memburuk.
Bus yang bernomor polisi P 7221 UG membawa sekitar 52 penumpang, termasuk rombongan pegawai RS Bina Sehat Jember beserta keluarganya.
Kesaksian Sopir Bus dan Dugaan Penyebab
Rem ‘tidak enak’ sejak Jatian menandakan bahwa ada masalah teknis yang sudah muncul jauh sebelum kecelakaan.
Kesaksian sopir ini penting sebagai bukti bahwa kondisi bus tidak tiba-tiba rusak, melainkan berproses.
Saat rem tangan dan sistem rem angin gagal, pilihan manuver menjadi satu-satunya opsi yang dianggap sopir untuk menghindari benturan yang lebih parah.

