KITAINDONESIASATU.COM – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 62/PUU-XXII/2024 membawa angin segar bagi partai politik.
Dengan keputusan ini, partai yang ingin mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tak lagi terkendala oleh syarat ambang batas 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menyebutkan bahwa putusan tersebut membuka peluang munculnya lebih banyak kandidat alternatif pada Pilpres 2029.
Menurutnya, setiap partai yang ikut pemilu kini memiliki hak yang sama untuk mencalonkan kandidat, baik sebagai capres maupun cawapres.
“Ini adalah kemenangan bagi demokrasi. Tidak ada lagi hambatan bagi partai politik untuk mengajukan capres,” ujar Adi, dikutip dari Republika pada Sabtu, (4/1/2025).
Adi menambahkan bahwa ini juga menjadi tantangan baru bagi partai untuk membuktikan keberanian mereka dalam mengusung calon. Ia mendorong para elit partai, termasuk ketua umum dan sekjen, untuk memanfaatkan peluang ini.
“Yang penting adalah berani maju terlebih dahulu. Kalah atau menang adalah hal biasa,” tegasnya.
Namun, ia juga menyampaikan skeptisisme bahwa Pilpres 2029 akan benar-benar menawarkan banyak pilihan kandidat alternatif.
Menurutnya, pragmatisme partai politik di Indonesia cenderung membuat mereka memilih bergabung dengan kandidat yang dinilai memiliki peluang menang tinggi, seperti Prabowo Subianto.
“Jika Prabowo maju lagi, banyak partai akan lebih memilih merapat karena elektabilitasnya tinggi dan didukung logistik yang solid,” jelas Adi.
Lebih lanjut, putusan MK ini membuka jalan bagi Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka untuk bertarung di Pilpres 2029.
Adi menilai, Gibran kini tidak perlu mencari dukungan partai besar seperti Golkar atau Gerindra, cukup menggandeng partai seperti PSI yang dekat dengan Presiden Jokowi.
Sementara itu, Anies Baswedan juga bisa maju tanpa membangun partai baru, cukup dengan meyakinkan partai kecil seperti Partai Ummat.
Adi menekankan bahwa kedua tokoh ini memiliki potensi besar untuk bersaing di Pilpres mendatang.
“Gibran dengan bekal politiknya memiliki peluang besar, bahkan untuk menghadapi Prabowo. Demikian pula Anies, yang bisa memanfaatkan peluang ini untuk bersaing di panggung politik nasional,” pungkasnya.- ***


