KITAINDONESIASATU.COM-Biaya pengobatannya memang sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Akan tetapi, bagi Maesaroh (43), warga Lingkungan Tembong Kidul, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, yang tengah berjuang melawan kanker payudara, masih ada beban yang ditanggungnya. Bebannya yaitu biaya transportasi dari rumah pergi pulang untuk menjalani perawatan lanjutan di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat.
Kata Deden, suami Maesaroh, penyakit yang diderita istrinya terdeteksi sejak Juli 2023. Setelah dirembug dengan keluarga akhir sepakat untuk dilakukan operasi pengangkatan kanker payudara di salah satu rumah sakit di Kota Serang.
Setelah pengangkatan kanker, kondisi Maesaroh sempat membaik. Akan tetapi, dua bulan pascaoperasi, kesehatannya menurun drastis hingga akhirnya harus dirujuk ke RS Kanker Dharmais di awal 2024.
“Sekarang Maesaroh masih menjalani penyinaran dan kemoterapi. Masih ada 10 kali sesi penyinaran yang harus dijalani,” ujar Deden seperti dilansir BantenNews.co.id, Jumat (21/2/2025).
Awalnya, mendapat bantuan ambulans dari BRI Peduli untuk perjalanan ke RS Kanker Dharmais Jakarta. Akan tetapi, sekarang ini bantuan berupa ambulans tidak lagi tersedia, membuat Deden kebingungan mencari cara agar istrinya tetap bisa melanjutkan pengobatan.
“Semua biaya pengobatan memang di-cover BPJS, tapi kendala terbesar kami adalah biaya ambulans. Sekarang saya tidak punya pekerjaan, karena harus merawat istri di rumah,” kata Deden dengan nada lirih.
Selama ini, pasangan tersebut tinggal di rumah mertua. Kondisi perekonomian yang sulit, Deden sangat berharap kepada dermawan atau siapa saja yang bersedia membantu agar istrinya bisa terus mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. “Kami benar-benar bingung bagaimana caranya membawa Maesaroh ke RS Dharmais untuk penyinaran berikutnya. Duit udah benar-benar gak ada,” keluh Deden.

