Meskipun terdapat perbedaan sistem seleksi, ijazah yang diterima siswa Sekolah Rakyat akan setara dengan sekolah formal lainnya.
“Tidak ada perbedaan dengan sekolah umum. SD setara SD, SMP setara SMP, dan SMA setara SMA,” tegasnya.
Untuk memastikan kesiapan operasional, Gus Ipul bersama Wamensos RI Agus Jabo, perwakilan dari Kemendikdasmen, Kemendikti Saintek, Kementerian Pekerjaan Umum, Sekretariat Kabinet, serta Kemenko PMK meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat di STPL Bekasi.
Peninjauan tersebut mencakup asrama, ruang makan, lapangan olahraga, dan tempat ibadah.
“Secara umum, semuanya sudah siap. Hanya ada sedikit perbaikan, seperti penambahan toilet dan ruang makan. Tempat ibadah juga sudah tersedia, baik untuk Muslim maupun non-Muslim. Ruang kelas dan asrama juga siap digunakan,” paparnya.
Saat ini, pemerintah masih juga akan menyusun kurikulum yang diterapkan, termasuk aspek pendidikan karakter yang akan menjadi nilai tambah dalam sistem boarding school ini. Selain itu, proses seleksi tenaga pengajar juga tengah berlangsung.
“Kurikulumnya sedang dimatangkan, tetapi tidak jauh dari yang sudah ada, dengan tambahan pendidikan karakter khas sekolah berasrama. Guru-guru juga masih dalam tahap seleksi oleh Kemendikdasmen,” tutup dia. (Joy Andre/Yo)

