Berita Utama

Kemensos Segera Operasikan Sekolah Rakyat Gratis di Kota Bekasi

×

Kemensos Segera Operasikan Sekolah Rakyat Gratis di Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat di STPL Kemensos, Bekasi Timur, Sabtu (8/3/2025). (KIS/Joy Andre)
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat di STPL Kemensos, Bekasi Timur, Sabtu (8/3/2025). (KIS/Joy Andre)

KITAINDONESIASATU.COM -Kementerian Sosial dipastikan segera mengoperasikan Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah Indonesia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menargetkan sekolah ini mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2025–2026.

“Targetnya bulan Juli, kira-kira tiga bulan lagi, insyaallah. Makanya, persiapan kami kebut,” ujar Gus Ipul saat ditemui di STPL Sabtu (8/3/2025).

Gus Iphl menjelaskan, Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari 100 unit yang disiapkan pemerintah tahun ini. 

Baca Juga  Tontonan Menarik Acara Film Televisi Malam ini ada Telaga Angker hingga LA Confidential

Sebanyak 40 sekolah telah siap beroperasi, dengan 38 di antaranya berlokasi di sentra balai milik Kementerian Sosial dan satu unit di Universitas Negeri Surabaya.

Sekolah ini merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Mengusung konsep asrama atau boarding school, sekolah ini menyediakan pendidikan gratis mulai jenjang SD-SMA dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Untuk di Kota Bekasi sendiri, lanjut Gus Ipul, program ini akan dimulai dari jenjang SMA.

“Jenjangnya dari SD, SMP, hingga SMA, tapi ada yang memulai dari SMA dulu. Di Bekasi, kita mulai dari SMA, sementara di Cimahi dari SD dan SMP. Di daerah lain, kita sesuaikan dengan kesiapan masing-masing,” jelas dia.

Baca Juga  Asyik! 18,2 Juta Orang Bakal Terima Bansos Beras 20 Kilogram

Adapun untuk proses seleksi siswa akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem, yang menjadi pembeda utama antara Sekolah Rakyat dengan sekolah negeri biasa.

“Kami prioritaskan siswa dari keluarga dalam desil satu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yakni kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah. Setelah itu, mereka akan melalui tahap seleksi lanjutan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *