Jenal juga mengusulkan solusi jangka panjang berupa penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-Alun yang terintegrasi dan melibatkan PT KAI.
“Penataan kawasan ini harus dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa parsial. Kerja sama dengan PT KAI sangat penting untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.
Selain itu, Jenal Mutaqin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan tersebut yang sudah sangat tidak representatif, dengan atap berlubang, kumuh, dan sering menjadi lokasi pencopetan.
“Kehadiran saya di sini adalah upaya untuk meminimalisir masalah. Kami mengusir angkot yang parkir sembarangan, menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan, serta mengarahkan penumpang di dalam stasiun,” tambahnya.
Mengenai kekurangan petugas yang berjaga, Jenal Mutaqin menegaskan pentingnya koordinasi dengan dinas terkait untuk meningkatkan jumlah petugas yang siaga. “Kita harus rapatkan barisan. Bila perlu, ada piket khusus. Saya ingin tahu nama dan jumlah petugas yang berjaga. Minimal 10 orang harus selalu siaga setiap hari,” ungkapnya. (Nicko/Yo)

