“Selain mereka dididik, dijaga, dan diberikan kesejahteraan, harus dilindungi dari tindakan kejahatan. Harus dipastikan bahwa mereka tidak keranjingan main games, mereka mau bersilaturahmi, mau juga ikut dalam pendidikan keagamaan. Sehingga, meningkatkan pengetahuan tentang moral dan etika mereka,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra, Herie Syahnilla Putra Siregar, atau yang akrab disapa Heri Matahari, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk menggali potensi anak-anak sejak dini serta memberikan ruang ekspresi agar mereka tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
“Kegiatan ini sebuah harapan dalam membaca masa depan gemilang, bagaimana menjaga dan merawat, untuk memberi kabar bahwa banyak potensi, banyak kekayaan kreasi yang dimiliki anak-anak,” ujar Heri.
“Sehingga tidak ada anak-anak yang tertinggal. Jadi bagaimana kita menyiapkan anak Indonesia yang kuat menuju kemajuan Indonesia dan Indonesia Emas 2045,” lanjutnya. (Nicko)

