Seorang warga setempat, Ferdi (25), mengaku melihat api pertama kali muncul dari area gudang yang menyimpan limbah plastik. Kobaran api kemudian dengan cepat menjalar ke sejumlah bangunan di sekitarnya.
“Api dari gudang merembet ke beberapa rumah warga. Saya belum mengetahui penyebab pastinya, tetapi gudang tersebut berisi limbah plastik,” ujarnya.
Selain membakar gudang, api juga menghanguskan tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi serta sebuah truk yang terparkir di dalam area gudang. Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 17.30 WIB dan membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sebelum api semakin meluas.
Proses Pemadaman Terkendala Material Mudah Terbakar
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi mengerahkan sedikitnya 12 unit armada untuk mengatasi kebakaran tersebut. Bantuan juga datang dari Damkar Kota Bekasi, pengelola kawasan industri MM2100, serta unsur TNI.
Komandan Pleton 3 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa awalnya hanya tiga unit pemadam yang diterjunkan dari Mako Cibitung. Namun karena skala kebakaran cukup besar, bantuan tambahan segera diminta dari berbagai pihak.
Menurut Adhi, proses pemadaman menghadapi tantangan karena objek yang terbakar merupakan gudang limbah yang berisi plastik, kain tekstil, dan berbagai material yang mudah terbakar. Kondisi tersebut menyebabkan api cepat membesar dan sulit dipadamkan.
Meski demikian, hingga proses penanganan berlangsung tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.***

