Berita UtamaNews

Kasus Pembunuhan Wanita di Hutan Jati Sampung, Pelaku Sempat Membuat Skenario Seolah Istrinya Tewas Dikeroyok Orang Mabuk

×

Kasus Pembunuhan Wanita di Hutan Jati Sampung, Pelaku Sempat Membuat Skenario Seolah Istrinya Tewas Dikeroyok Orang Mabuk

Sebarkan artikel ini
PEMBUNUHAN PONOROGO
Ilustrasi kasus pembunuhan di hutan jati Sampung Ponorogo foto korban dan pelaku (bawah). foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus pembunuhan seorang suami terhadap istrinya yang kemudian ditemukan di hutan jati Desa Sampung, Kabupaten Ponorogo ternyata membuat skenario untuk menutupi aksi jahatnya itu.

Pelaku sempat menyusun skenario seolah-olah korban sedang dikeroyok beberapa orang yang sedang mabuk saat menagih utang dengan mengirimkan sejumlah WA kepada orang lain.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo kepada wartawan mengatakan pelaku mengirimkan beberapa kali WA ke YN dengan pesan palsu: korban mengeluh sedang dikeroyok oleh beberapa orang mabuk saat menagih utang kepada pihak lain, sebagai pesan seolah-olah dikirim oleh korban, dengan cara mengirim melalui ponsel hpnya setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

Menurut Kapolres Andin korban dibuat seakan tewas akibat dikeroyok orang lain hingga sampai meninggal dunia, namun kasus ini terus didalami penyidik untuk memastikan motif pembunuhan oleh pelaku.

Hingga saat ini polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti kabel, pakaian korban, identitas berupa KTP, buku nikah hingga 2 ponsel milik korban dan milik pelaku yang sekarang diamankan petugas.

Seperti kita ketahui jasad korban wanita berusia 30 tahun bernama Alip Rahayu Arianti, seorang ibu muda yang memiliki seorang anak kelas 6 SD ditemukan tewas tengkurap di hutan jati, Desa Sampung, Ponorogo Selasa, 12 Agustus 2025 pagi.

Diketahui korban ternyata dibunuh suaminya sendiri bernarma Hartono yang baru menikahi siri korban 1,5 tahun lalu dan resmi menikah di KUA pada 2,5 bulan lalu seorang warga dari Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres AKBP Andi mengatakan setelah korban meninggal Hartono suaminya kemudian membawa tubuh korban sejauh 200 meter masuk ke dalam hutan jati dengan kondisi setengah telanjang mengenakan bra dan celana pendek.

Pelaku Hartono kemudian mengambil ponsel dan jaket korban untuk dibawa pulang ke kos-kosannya di Purwantoro, Wonogiri yang berjarak sekitar 35 km arah arah barat, sementara jasad istrinya ditinggal.

Setelah sampai di kos-kosannya di Purwantoro pelaku kemudian menyusun skenario untuk menutupi penyebab kematian korban agar tidak dicurigai jika istrinya dibunuh sendiri oleh suaminya.

Isi WA yang dikirim kepada YN sempat temannya percaya jika korban tewas akibat dikeroyok orang mabuk gara-gara menagih utang.

Namun isi WA itu tetap menjadi masukan pihak penyidik sebagai informasi lain yang bisa dikembangkan, namun faktanya tersangka akhirnya mengakui dia sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya lantaran sakit hati kepada korban.

Pelaku sendiri akhirnya ditangkap polisi pada Selasa (12/8/2025) beberapa jam setelah penemuan mayat Alip di kos-kosannya di Purwantoro.

Korban sendiri memiliki seorang anak yang berusia 12 tahun duduk dibangku SD dari pernikahan sebelumnya, kini anak korban tinggal bersama kakeknya di Bandar Pacitan, Jawa Timur.

Sementara motif pembunuhan yakni masalah rumah tangga akibat ucapan menyakitkan korban kepada pelaku, puncaknya cekcok di tengah jalan.

Saat itu pelaku menjemput istrinya dengan sepeda motor di perempatan Somoroto, Ponorogo pada Selasa (12/8/2024) dini hari, dalam perjalanan terjadi cekcok hingga membawa korban ke hutan sekitar Gua Lowo, Sampung.

Pelaku yang membonceng korban di lampu merah Somoroto seharusnya lurus kearah Badegan-Purwantoro, setelah cecok pelaku langsung belok kanan ke arah hutan jati sampung sekitar 15 km dari Somoroto, hingga akhirnya korban dibunuh di sana.

Sementara ayah korban Agus Suyatno sempat menghubungi Hartono perihal penemuan jasad anaknya yang ditemukan meninggal di hutan jati.

Bahkan dihadapan petugas penyidik Hartono dalam pemeriksaan sempat membantah jika dirinya terlibat kasus pembunuhan.

Agus juga mengatakan ketika menelopone menantunya sempat diangkat, pelaku mengaku tidak tahu tentang istrinya Alip, kemudian ketika ditelepon kedua ponselnya sudah tidak aktif lagi hingga siang.

Ayah Alip, Agus juga sempat mencurigai menantunya terlibat pembunuhan karena memiliki tabiat buruk suka minuman keras dan melakukan KDRT kepada istrinya yang pernah dilapori Alip sendiri kepada ayahnya, Agus.

Bahkan sebelum pernikahan ia sempa menentang pernikahan korban ketika hendak menikah dengan Hartono, hingga Agus mengaku punya firasat sebelum mereka menikah resmi, ayahnya tidak setuju karena tabiat suaminya buruk.

Kini Agus hanya bisa berharap agar tersangka yang membunuh putrinya itu mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *