Untuk jangka panjang (6-10 tahun) Polir akan memanfaatkan teknologi dalam analisis forensik digital dan pemetaan jaringan, pengembangan satgassus di seluruh Polres, pemantapan kampung bebas narkoba serta pembentukan pusat riset dan pengembangan strategi pemberantasan narkoba. Sigit juga menyebut Polri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk mencegah peredaran gelap narkoba.
Dibagian lain, Kapolri Sigit Pmenyatakan Polri mendukung program ketahanan pangan era Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu langkah dukungan ini yakni penambahan kurikulum terkait di SMK Bhayangkara.
Dia katakan, kurikulum yang dimaksud yakni keterampilan terkait program swasembada pangan dan makan bergizi gratis.
“Kemudian kami memiliki SMK Bhayangkara, kami akan tambahkan kurikulum terkait keterampilan berbagai bidang yang berkaitan dengan program swasembada pangan, makan bergizi gratis,” ujar Sigit.
Kapolri menambahkan, kurikulum tersebut termasuk pendidikan vokasi untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia unggul.
“Dan juga pendidikan vokasi untuk mempersiapkan tenaga-tenaga yang siap dipekerjakan terkait dengan program pengembangan hilirisasi,” ujar Jenderal Sigit. (Aris MP)


