Sebelumnya, pemain berusia 41 tahun itu dikabarkan meninggalkan kamp latihan setelah tidak dimainkan pelatih Jorge Jesus dalam pertandingan melawan Norwegia. Portugal sendiri mengakhiri laga tersebut dengan kemenangan 2-1.
Kabar tersebut menambah perhatian terhadap situasi sang megabintang. Namun, kaitan langsung antara kepergian Ronaldo dari kamp latihan dan dugaan pelanggaran yang kini diselidiki FPF belum dipastikan secara resmi.
Dalam keterangannya, federasi menegaskan bahwa proses disipliner bertujuan menyelidiki fakta terkait kejadian pada 7 Oktober 2026.
“Dimulainya proses disipliner terhadap Cristiano Ronaldo, berdasarkan keputusan Komite Nonprofesional pada 9 Oktober 2026, bertujuan untuk menyelidiki apakah fakta-fakta yang dilaporkan terkait peristiwa pada 7 Oktober memiliki unsur pelanggaran disiplin,” demikian pernyataan FPF.
Skorsing Preventif Ditambah
Pemberlakuan skorsing preventif nonotomatis menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus ini. FPF menyebut langkah tersebut tidak mengesampingkan skorsing preventif otomatis yang sebelumnya telah dikenakan kepada Ronaldo hingga keputusan ditetapkan.
Federasi juga menyatakan perkara tersebut akan ditangani melalui mekanisme mendesak atau diprioritaskan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, rincian mengenai lamanya skorsing tambahan, pertandingan yang mungkin terdampak, serta bentuk sanksi akhir belum diumumkan FPF. (*)




