KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperluas jangkauan program sekolah swasta gratis untuk tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026. Sebanyak 63 sekolah swasta baru ditambahkan ke dalam daftar penerima manfaat, sehingga total institusi pendidikan swasta yang kini membebaskan biaya pendidikan bagi warga Jakarta mencapai 103 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan bahwa penambahan ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Program ini mencakup pembebasan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), uang pangkal, hingga biaya operasional dasar lainnya melalui skema pembiayaan khusus yang dialokasikan dari APBD DKI Jakarta.
Kriteria sekolah yang terpilih telah melalui proses verifikasi ketat, mulai dari akreditasi hingga komitmen pengelolaan dana secara transparan. Ke-63 sekolah tambahan ini tersebar di lima wilayah kota administrasi, dengan fokus terbanyak di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur yang memiliki angka kepadatan penduduk usia sekolah cukup tinggi.
Kebijakan ini disambut positif oleh para orang tua murid yang sebelumnya merasa terbebani oleh tingginya biaya sekolah swasta.
Pemprov berharap, dengan total 103 sekolah swasta gratis, angka putus sekolah di Jakarta dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Jakarta Kota Global.
Hal senada disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berkomitmen untuk memprioritaskan bantuan pendidikan bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai program unggulan yang telah disiapkan.
“Program-program tersebut mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga kebijakan pemutihan ijazah bagi warga yang menunggak,” katanya, Jumat 27 Februari 2026. (*)

