Berita Utama

Jasad Pramugari Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi Tim DVI Polri

×

Jasad Pramugari Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi Tim DVI Polri

Sebarkan artikel ini
lolita
pramugari florencia lolita wibisono dikenali menjadi salah satu korban pesawat atr-42 500. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tim SAR Gabungan dan tim DVI Polri kembali memberikan kabar terbaru mengenai proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Rabu, 21 Januari 2026. Korban kedua yang berhasil teridentifikasi secara medis adalah seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Polda Sulsel Kombes dr Muhammad Haris, Rabu 21 Januari 2026, mengatakan, jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono. 

Tim DVI menyatakan bahwa identitas Florencia berhasil dikonfirmasi melalui pencocokan data primer berupa rekam medis gigi dan sidik jari yang sesuai dengan database kependudukan serta manifes penerbangan.

Baca Juga  Tim DVI Tunggu Data Pembanding Keluarga Pramugari Korban Kebakaran Glodok Plaza

Selain itu, terdapat data sekunder berupa ciri fisik dan barang bawaan yang dikenakan korban saat bertugas, yang semakin memperkuat hasil identifikasi tersebut. Jenazah Florencia ditemukan tidak jauh dari puing-puing bagian depan kabin pesawat di lereng tebing yang menjadi lokasi jatuhnya armada.

Sosok Florencia dikenal sebagai pramugari yang memiliki dedikasi tinggi dan telah bergabung dengan maskapai selama tiga tahun terakhir. Wanita cantik yang beralamat di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur ini diketahui tengah mempersiapkan pernikahan dengan kekasihnya.

Namun takdir berkata lain, Florencia menjadi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Berdasarkan data dari BMKG diduga kecelakaan terjadi karena cuaca ekstrem.

Baca Juga  Natalius Pigai Minta Rp20 Trilyun untuk Kementerian HAM

Sementara itu, tim SAR terus berupaya mencari korban lainnya di medan yang sangat ekstrem, seiring dengan ditemukannya lokasi kotak hitam di tebing curam tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *