Dabiri, yang telah menjabat sebagai wakil presiden untuk urusan parlemen sejak Agustus tahun lalu, sebelumnya menolak seruan untuk mengundurkan diri dan menyatakan hanya akan meninggalkan jabatannya jika diberhentikan secara resmi.
Pemecatan ini menjadi pukulan lain bagi pemerintahan Presiden Pezeshkian, yang terpilih tahun lalu dengan janji untuk memulihkan ekonomi dan meningkatkan kehidupan sehari-hari warga Iran.
Keputusan tegas Presiden Pezeshkian ini mengirimkan pesan yang kuat tentang sikap pemerintah terhadap akuntabilitas dan citra publik di tengah tekanan ekonomi nasional. Ini juga menunjukkan respons terhadap sentimen publik yang berkembang terkait gaya hidup pejabat negara.
Dabiri menjadi pejabat tinggi kedua yang dicopot dari jabatannya dalam beberapa pekan terakhir, setelah Menteri Ekonomi Abdolnasser Hemmati juga diberhentikan oleh parlemen karena tantangan ekonomi yang berkelanjutan.(*)

