Berita UtamaNews

Jakarta Timur Paling Parah, Ratusan Kasus Kekerasan Sepanjang 2025

×

Jakarta Timur Paling Parah, Ratusan Kasus Kekerasan Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
kekerasan
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Jakarta Timur menjadi episentrum kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota. Tahun 2025 hingga kini, tercatat 552 laporan kasus, dengan kekerasan psikis seperti bullying dan body shaming mendominasi.

“Kekerasan non-fisik kini meningkat pesat dan pemulihannya tidak mudah. Anak bisa depresi, kehilangan kepercayaan diri, bahkan berisiko bunuh diri. Kasus di Cilangkap beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata,” ujar Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, Senin (1/12).

Jenis kekerasan lain yang juga tinggi adalah kekerasan seksual, diikuti KDRT dan kekerasan fisik. Sepanjang 2025, UPT PPA Pulogadung mencatat 2.088 laporan di seluruh DKI, dengan 969 korban perempuan dewasa, 772 anak perempuan, dan 347 anak laki-laki.

Meski jumlah laporan meningkat, Iin menilai ini sebagai sinyal positif: masyarakat kini berani bersuara dan tidak lagi menutupi kekerasan sebagai aib.

Pemprov DKI pun gencar melakukan pencegahan melalui kampanye 16 hari anti kekerasan, yang dibuka oleh Wakil Gubernur DKI, Rano Karno bersama Komnas Perempuan dan KPAI pada 22 November lalu. Tujuannya mewujudkan Jakarta sebagai kota inklusif dan aman bagi semua.

Laporan ini juga menyoroti lima faktor utama penyebab tingginya kekerasan, yakni tekanan ekonomi keluarga, yang membuat perempuan dan anak paling rentan; pola asuh yang minim karena kesibukan orang tua dan kurangnya pengetahuan parenting positif; 

paparan media sosial dan konten negatif yang memengaruhi perilaku remaja; lingkungan sosial yang kurang peduli;  dan pernikahan dini dan ketimpangan gender, yang terus memicu kekerasan terhadap perempuan muda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *