Berita UtamaNews

Isu Korban Massal di Tambang Antam Bogor Terbantahkan, Ini Penjelasan Bupati

×

Isu Korban Massal di Tambang Antam Bogor Terbantahkan, Ini Penjelasan Bupati

Sebarkan artikel ini
IMG 20260115 160210
Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pengecekan lokasi munculnya asap di area PT Antam, Kecamatan Nanggung. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Beredarnya video kepulan asap dari area tambang PT Aneka Tambang (Antam) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, termasuk kabar adanya korban dalam jumlah besar. Untuk memastikan informasi yang berkembang, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Rabu 14 Januari 2026, kemarin.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, berdasarkan keterangan resmi PT Aneka Tambang, peristiwa munculnya asap terjadi pada pukul 00.30 WIB dini hari. Pada waktu tersebut, tidak terdapat aktivitas operasional penambangan yang sedang berlangsung di area tambang.

“Di Kabupaten Bogor, izin usaha pertambangan yang resmi hanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang. Lokasi munculnya asap berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan Antam. Setelah kami melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi bersama pimpinan PT Aneka Tambang, dipastikan tidak ada korban karyawan,” tegas Bupati Bogor.

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya korban dalam jumlah besar tidak benar. Isu tersebut muncul akibat kesalahpahaman dalam penyebutan istilah level di area tambang.

“Yang benar adalah level 700, bukan korban 700 orang. Tidak ada karyawan yang terjebak atau menjadi korban. PT Aneka Tambang telah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas penambangan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kadar karbon monoksida (CO) sempat mencapai 1.200 ppm saat kejadian. Namun, menjelang sore hari, kadar gas tersebut menurun hingga sekitar 100 ppm. Sementara ambang batas aman berada di angka 25 ppm.

Pihak PT Aneka Tambang bersama instansi terkait akan kembali melakukan pengecekan dan verifikasi lanjutan setelah kadar gas dinyatakan benar-benar aman.

Sebagai langkah antisipasi awal, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda telah menyiapkan dukungan personel dan peralatan, termasuk dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta Dinas Kesehatan. Namun, setelah dipastikan tidak ada korban, seluruh personel tidak perlu melakukan evakuasi masuk ke area tambang.

Bupati Bogor juga mengapresiasi respon cepat aparat keamanan dalam menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta di lapangan. Kami juga mengimbau agar setiap informasi yang disampaikan ke publik dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan akan terus menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat berdasarkan data dan fakta lapangan. Apabila terdapat perkembangan lebih lanjut, pemerintah daerah akan menyampaikannya secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Kami semua hadir di sini untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor. Kami berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan situasi tetap kondusif,” pungkas Bupati Bogor. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *