KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini, media sosial X (sebelumnya Twitter) dihebohkan dengan unggahan foto tabung gas berwarna pink bertuliskan “LPG Non Subsidi” yang diklaim akan menggantikan gas LPG subsidi 3 kg berwarna hijau atau yang dikenal sebagai “gas melon.”
Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 1,1 juta kali, memicu beragam komentar dan spekulasi di kalangan netizen.
Namun, apakah benar gas LPG 3 kg non subsidi akan dijual dan menggantikan gas melon? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kronologi Isu Gas LPG 3 Kg Pink
Sebuah unggahan di X menampilkan foto tabung gas pink dengan narasi yang cukup provokatif:
“Akan segera hadir Gas Elpiji non subsidi. Pokoknya rakyat kecil harus makin ditekan, buat menghidupi para pembuat kebijakan.”
Narasi tersebut memicu kekhawatiran publik, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada gas LPG subsidi 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari. Warganet pun ramai-ramai memberikan komentar, mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Klarifikasi dari PT Pertamina Patra Niaga
Menanggapi kabar yang beredar, PT Pertamina Patra Niaga memberikan klarifikasi resmi. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Itu adalah informasi tidak benar. Produk Bright Gas saat ini hanya tersedia dalam dua kemasan saja, yaitu 5,5 kg dan 12 kg,” ujar Heppy.
Pernyataan ini sekaligus menepis isu bahwa gas LPG 3 kg nonsubsidi akan segera dipasarkan. Heppy juga menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk menggantikan gas melon dengan varian non subsidi berwarna pink.
Fakta Seputar Bright Gas
Bright Gas adalah merek LPG non subsidi dari Pertamina yang memang memiliki kemasan berwarna pink. Namun, hingga saat ini Bright Gas hanya tersedia dalam ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Produk ini menyasar segmen pasar rumah tangga menengah ke atas dan pengguna komersial yang tidak menerima subsidi dari pemerintah.
Adapun gas LPG subsidi 3 kg atau gas melon tetap menjadi bagian dari program subsidi energi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Mengapa Isu Ini Cepat Viral?
Beberapa faktor yang menyebabkan isu ini cepat viral di media sosial antara lain:
Sensitifitas Isu Subsidi: Isu terkait subsidi energi selalu menjadi perhatian publik karena langsung berhubungan dengan kebutuhan pokok.
Narasi Provokatif: Unggahan di X menggunakan narasi yang emosional dan menyudutkan, sehingga memicu reaksi cepat dari warganet.
Kurangnya Verifikasi: Banyak pengguna media sosial yang langsung membagikan informasi tanpa melakukan pengecekan kebenaran terlebih dahulu.
Berdasarkan klarifikasi resmi dari PT Pertamina Patra Niaga, dapat disimpulkan bahwa isu mengenai gas LPG 3 kg non subsidi berwarna pink yang akan menggantikan gas melon adalah tidak benar. Produk Bright Gas hanya tersedia dalam ukuran 5,5 kg dan 12 kg, dan tidak ada rencana untuk menghapus gas LPG subsidi 3 kg.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi terlebih dahulu. Selalu cek kebenaran informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks.

