KITAINDONESIASATU.COM – Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati mengatakan bahwa negaranya tetap menghargai janji Arab Saudi untuk tidak mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan selama perang yang sedang berlangsung antara Iran dengan AS dan Israel Kamis (6/3/2026).
“Kami menghargai apa yang telah berulang kali kami dengar dari Arab Saudi — bahwa mereka tidak mengizinkan wilayah udara, perairan, atau teritorialnya digunakan untuk melawan Republik Islam Iran,” kata Alireza jeoada kantor berita AFP.
Sebelum pecah perang Riyadh telah memberikan dukungannya terhadap upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington dan bersumpah bahwa wilayah udaranya tidak akan diizinkan untuk digunakan untuk serangan terhadap Iran.
Enayati juga secara tegas membantah bahwa negaranya menyerang kedutaan AS di Riyadh minggu ini, setelah pejabat Saudi mengatakan Iran menargetkan kompleks tersebut dengan drone.
Arab Saudi telah berulang kali menuduh Teheran meluncurkan salvo rudal dan serangan drone ke wilayahnya dan memperingatkan bahwa kerajaan tersebut berhak untuk membela diri, termasuk dengan melakukan pembalasan.
Iran sebelumnya membantah menyerang kilang Ras Tanura yang luas—salah satu yang terbesar di Timur Tengah—yang juga dituduhkan Riyadh sebagai target serangan dua kali oleh drone.
Enayati menambahkan bantahan tersebut, dengan mengatakan Iran juga tidak terlibat dalam penargetan kedutaan besar AS yang memicu kebakaran di kompleks tersebut.
“Kami menegaskan bahwa Iran tidak berperan dalam serangan terhadap kedutaan besar AS di Riyadh,” kata duta besar itu kepada AFP.
Jika komando operasi di Teheran menyerang suatu tempat, akan mereka bertanggung jawab.
Perang di Timur Tengah telah melanda kawasan Teluk yang biasanya stabil karena Iran membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertingginya, melancarkan serangan ke Israel, kawasan yang lebih luas, dan sekitarnya.
Setidaknya 13 orang tewas di Teluk, termasuk tujuh warga sipil, sejak Iran memulai serangannya pada hari Sabtu pekan lalu.
Namun, Enayati membantah bahwa Iran sedang melancarkan perang regional sebagai pembalasan atas serangan terhadap negaranya oleh AS dan Israel.
“Ini bukan perang regional dan ini bukan perang kami. Ini dipaksakan pada kawasan ini,” ujarnya kepada AFP. **



