Serangan udara tersebut menargetkan lokasi militer dan sipil, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi balasan dengan gelombang rudal dan drone ke posisi Amerika dan Israel di wilayah regional.
Analisis: Skenario yang Perlu Diwaspadai
Para pengamat menilai, klaim mobilisasi 1 juta pejuang ini lebih merupakan pesan strategis ketimbang indikasi perang darat imminent.
Namun, dengan posisi Selat Hormuz yang menjadi jalur vital 20 persen pasokan minyak dunia, setiap eskalasi berpotensi mengguncang pasar global.
Iran juga diketahui telah lama menyiapkan skenario kontinjensi, termasuk jika kepemimpinan tertinggi mengalami gangguan.
Apa Selanjutnya?
Diplomasi masih menjadi jalan yang diharapkan komunitas internasional.

