Berita UtamaInternasional

Iran Klaim Serang 8 Target Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

×

Iran Klaim Serang 8 Target Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Sebarkan artikel ini
AS-Iran
Bendera AS dan Iran (Tasnim)

Langkah tersebut dikabarkan bertujuan membuka jalan bagi kelanjutan pembahasan mengenai Selat Hormuz.

Delegasi kedua negara disebut dijadwalkan bertemu di Qatar pada 30 Juni guna melanjutkan dialog. Informasi ini muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap serangan Iran ke pangkalan AS.

Sebelum serangan itu terjadi, Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan operasi militer apabila Iran tidak mematuhi kesepakatan penghentian konflik. Trump juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi serius apabila ketegangan terus meningkat.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu latar belakang yang mewarnai perkembangan konflik Iran AS dalam beberapa hari terakhir.

Tak lama setelah pernyataan Presiden AS, militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dua rudal balistik dan sejumlah UAV. Otoritas Kuwait memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti akibat insiden tersebut.

Sementara itu, Bahrain juga mengaktifkan sistem kewaspadaan setelah mendeteksi ancaman rudal dan drone. Sebuah bangunan permukiman di Provinsi Muharraq dilaporkan mengalami kerusakan ringan, namun tidak ada laporan korban.

Respons juga datang dari negara-negara Teluk. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Al-Budaiwi, mengecam serangan terhadap Bahrain dan Kuwait karena dinilai mengancam stabilitas kawasan serta bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *