KITAINDONESIASATU.COM – Proses identifikasi jenazah korban musibah runtuhnya musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari.
Tim Kedokteran Kepolisian (Dokkes) melakukan pengumpulan 57 sampel DNA dari keluarga korban guna memfasilitasi identifikasi jenazah saat metode identifikasi visual atau sidik jari tidak memungkinkan lagi.
Sebanyak delapan kantong jenazah telah diterima tim DVI.
Identifikasi Jenazah Korban Reruntuhan
Dari jumlah tersebut, lima jenazah sudah menjalani proses awal identifikasi namun masih memerlukan pendalaman, sedangkan tiga jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.
Karena kondisi jenazah sudah lebih dari tiga hari, sidik jari banyak yang rusak, sehingga identifikasi dari jenazah melalui data gigi atau foto panoramik menjadi salah satu opsi prioritas.
Menurut Kabiddokkes Polda Jatim, tes DNA menjadi metode terakhir apabila identifikasi lain gagal.
Sampel DNA yang sudah dikumpulkan akan dikirim ke Pusdokkes Polri untuk dianalisa dan cocokkan dengan data keluarga.
Proses ini diperkirakan cepat atau lambat tergantung kondisi sampel, namun estimasi umum adalah tiga hari sejak sampel diterima.

