Situasi ibu hamil tertembak peluru nyasar ini kemudian menjadi perhatian karena turut mengancam keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Menjelang pukul 20.00 WIT, personel pengamanan melakukan pengunduran secara terukur dari area RSUD Intan Jaya menuju Koramil Sugapa. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan personel di tengah kondisi cuaca yang semakin memburuk.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terbaru Melkiana Dwitau Tewa maupun hasil penyelidikan atas insiden tersebut. Peristiwa ibu hamil tertembak peluru nyasar kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi masyarakat sipil di wilayah yang masih dilanda konflik bersenjata.
Sementara itu, mengutip @infokomando.official tertembaknya seorang wanita hamil bernama Melkiana Dwitau Tewa yang meninggal dunia didalam honai (rumah) akibat tembakan OPM saat menyerang pos TNI pada malam hari, kini menjadi isu panas.
“Kematian Melkiana kemudian dijadikan alat propaganda OPM dan kelompoknya untuk menghasut serta memprovokasi warga yang marah,” tulis akun tersebut, Sabtu 4 Juli 2026.
Perlu dicatat, informasi mengenai kronologi kejadian di atas masih berdasarkan laporan awal yang beredar dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.
Aparat keamanan diharapkan segera menyampaikan hasil penyelidikan resmi untuk memastikan penyebab insiden serta memberikan kepastian kepada publik.***

