Berita Utama

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Probolinggo, 1 Warga Meninggal Tertimpa Pohon Roboh

×

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Probolinggo, 1 Warga Meninggal Tertimpa Pohon Roboh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pohon tumbang.
Ilustrasi pohon tumbang.

KITAINDONESIASATU.COM Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan raya.

Kronologi Kejadian Hujan Badai

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, hujan badai terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.

Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan sejumlah pohon berukuran besar tumbang di beberapa titik.

Salah satu pohon roboh di Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok, dan menimpa warga yang sedang melintas di lokasi tersebut.

Baca Juga  Pilkada Jateng 2024; Andika-Hendrar Nomor 1, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Urutan 2

Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih.

Akibat tertimpa pohon, korban mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan medis.

Setelah menerima laporan, petugas BPBD bersama unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian.

Proses evakuasi korban dilakukan dengan cepat untuk mencegah gangguan lalu lintas yang lebih parah.

Selain itu, petugas juga melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang yang sempat menutup sebagian badan jalan.

Akses Jalan Mastrip sempat tersendat akibat kejadian tersebut, namun kembali normal setelah proses pembersihan selesai dilakukan. Tidak dilaporkan adanya korban lain dalam peristiwa ini.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Bekasi 8 Maret 2025, Hujan Ringan di Siang dan Sore Hari

BPBD mengimbau masyarakat Probolinggo untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Warga disarankan menghindari berteduh atau melintas di bawah pohon besar serta memperhatikan informasi cuaca guna meminimalkan risiko bencana serupa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *