KITAINDONESIASATU.COM – Industri properti Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Hendro Santoso Gondokusumo, pendiri sekaligus Direktur Utama PT Intiland Development Tbk (DILD), meninggal dunia pada Kamis, 13 Maret 2025, di Singapura pada usia 74 tahun.
Kepergiannya meninggalkan jejak sejarah yang luar biasa dalam dunia properti nasional.
Perjalanan Karier dan Kontribusi Hendro Santoso Gondokusumo di Industri Properti
Hendro Santoso Gondokusumo memulai kariernya di industri properti pada tahun 1972, mengikuti jejak keluarga yang sebelumnya bergerak di bidang perdagangan hasil bumi. Proyek perumahan pertama yang ia tangani adalah Cilandak Garden Housing di Jakarta Selatan, yang ditujukan bagi karyawan Pertamina. Kesuksesan proyek ini menjadi awal perjalanan panjang Hendro dalam industri properti.
Dua tahun kemudian, ia mengembangkan proyek Taman Harapan Indah di Angke, Jakarta Barat, menjadikan Intiland sebagai salah satu pengembang pertama yang membangun perumahan di kawasan Kota. Keberhasilan proyek-proyek awal ini mendorong keluarga Gondokusumo untuk terus mengembangkan bisnis properti ke berbagai lokasi di Jakarta, termasuk Taman Permata Indah, Taman Mutiara, dan Taman Mutiara Prima.
Salah satu langkah berani yang diambilnya adalah proyek reklamasi Pantai Mutiara seluas 110 hektar pada tahun 1980-an. Proyek ini merupakan proyek reklamasi pertama di Asia Tenggara yang dikhususkan untuk perumahan. Meskipun menghadapi tantangan teknis yang signifikan, proyek ini berhasil diselesaikan dengan standar keamanan tinggi tanpa kecelakaan kerja.
Peran Hendro Santoso Gondokusumo di Organisasi dan Penghargaan
Selain kiprahnya di dunia bisnis, Hendro aktif dalam berbagai organisasi real estat. Ia terlibat dalam Federasi Real Estate International (FIABCI), International Real Estate Institute (IREI), dan menjabat sebagai Dewan Kehormatan Asosiasi Real Estat Indonesia. Pada tahun 2015, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bidang Properti dan antara 2014 hingga 2018 menjadi Ketua Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI).
Dedikasinya di industri properti diakui dengan berbagai penghargaan. Pada tahun 2008, ia menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Kementerian Perumahan Rakyat, majalah Property & Bank, serta Asosiasi Jurnalis Properti & Keuangan. Pada tahun 2018, ia dinobatkan sebagai Indonesian Real Estate Personality of the Year dalam ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-4.
Warisan dan Pengaruh Hendro Santoso Gondokusumo
Di bawah kepemimpinan Hendro, Intiland berkembang menjadi salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia. Beberapa proyek ikonik yang berhasil diwujudkan antara lain:
- South Quarter: Pengembangan mixed-use di Jakarta Selatan.
- Graha Famili: Perumahan mewah bertema golf di Surabaya.
- Regatta Apartments: Kondominium mewah di tepi laut Jakarta.
- Pantai Mutiara: Pengembangan perumahan hasil reklamasi di Jakarta Utara.
- Intiland Tower Jakarta: Gedung hijau pertama di Indonesia yang dirancang oleh arsitek Amerika, Paul Rudolph.
Kontribusinya tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan industri properti secara keseluruhan. Keberaniannya dalam mengambil langkah inovatif, seperti proyek reklamasi Pantai Mutiara, menunjukkan visi dan komitmennya terhadap kemajuan sektor properti di Indonesia.
Kepergian Hendro Santoso Gondokusumo meninggalkan jejak yang mendalam di industri properti Indonesia. Warisan proyek-proyeknya dan dedikasinya dalam mengembangkan sektor ini akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.



