Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta relawan dan komunitas SAR dari berbagai daerah.
“Hari ini kami membagi kekuatan ke dua sektor. Kami juga mendapat tambahan personel dari Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, dan Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” ujar Yudhi dalam briefing.
Selain metode pencarian manual dan penggunaan alkon, tim juga mengerahkan alat berat. Tercatat sebanyak sembilan unit ekskavator dioperasikan untuk membantu membuka material longsor dan mempercepat proses pencarian.
Hingga hari ketiga operasi, sebanyak 25 kantung jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana. Sementara itu, proses pencarian terhadap puluhan korban lainnya masih terus dilakukan.
Seluruh jenazah yang ditemukan diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.
Basarnas berharap kondisi cuaca dapat mendukung pelaksanaan operasi hingga sore hari, mengingat faktor cuaca sangat memengaruhi keselamatan dan efektivitas tim di lapangan. Total potensi SAR yang terlibat dalam operasi ini mencapai 2.129 personel.***


