KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah babak baru menuju perdamaian di Gaza terbuka setelah kelompok Hamas menyerahkan seluruh 20 sandera Israel yang masih hidup kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC), dikutip Selasa 14 Oktober 2025. Pembebasan ini melengkapi kembalinya semua sandera yang ditawan Hamas selama lebih dari dua tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi, Israel juga memulai proses pembebasan ribuan tahanan Palestina dari penjara-penjara mereka, termasuk sekitar 2.000 tahanan yang ditahan selama konflik.
Presiden AS Donald Trump, yang turut memediasi, menyatakan “perang telah berakhir,” menyusul penerapan gencatan senjata yang telah berlaku efektif sejak Jumat (10/10/2025). Gencatan senjata ini juga mencakup masuknya bantuan kemanusiaan secara penuh ke Gaza dan penarikan sebagian pasukan Israel.
Kembalinya sandera disambut emosional di Israel, sementara pembebasan tahanan memicu perayaan di Gaza dan Tepi Barat. Perjanjian ini diharapkan menjadi landasan bagi masa depan Gaza yang mencakup pengawasan internasional dan peran Otoritas Palestina.
Pembebasan ribuan tahanan Palestina oleh Israel disambut haru biru oleh keluarga dan masyarakat. Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, para tahanan yang dibebaskan kembali ke Tepi Barat dan Gaza.
Di tengah suasana perayaan, banyak warga menangis bahagia karena bisa memeluk kembali anggota keluarga setelah bertahun-tahun di penjara. Salah seorang tahanan yang dibebaskan menyatakan, “Kami akhirnya bebas. Inilah hari yang kami tunggu selama dua tahun.” Pembebasan ini menjadi momen langka penuh sukacita di tengah konflik berkepanjangan.(*)

