KITAINDONESIASATU.COM – Enam orang dilaporkan tewas akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Senin dini hari 4 November 2024.
Kepala Desa Klatanlo, Petrus Muda, menjelaskan kepada media bahwa korban tewas tertindih oleh bangunan yang roboh akibat letusan. Mereka terdiri dari satu keluarga.
Saat ini, belum ada proses evakuasi karena semua warga melarikan diri dari kampung mereka. Petugas baru tiba di lokasi untuk memulai proses evakuasi.
Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus dengan mengeluarkan abu vulkanik dan pijaran api setinggi sekitar 1 kilometer dari puncaknya pada Rabu pukul 22.23 WIT.
Kepala Badan Geologi, M Wafid, mengungkapkan bahwa aktivitas letusan teramati dengan jelas, dengan kolom abu berwarna kelabu dan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut.
Dari pemantauan, aktivitas letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9,6 mm dan durasi sekitar 6 menit 18 detik. Badan Geologi masih menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, serta 4 kilometer ke arah barat laut, utara, dan selatan-tenggara.
Jika terjadi hujan abu, disarankan bagi masyarakat yang berada di luar rumah untuk menggunakan masker dan kacamata sebagai pelindung.



