KITAINDONESIASATU.COM-Ali Muldi Dosen Komunikasi Pembangunan Program Magister S2 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menilai keharmonisan antara Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah belum terbangun.
Hal itu tercermin dari lambatnya pengisian belasan jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, serta disibukkan dengan kegiatan seremonal.
Kekosongan jabatan, menurut Ali, menjadikan roda pemerintahan kurang berjalan maksimal. Gubernur dan Wakil Gubernur mestinya fokus dulu mengisi jabatan strategis, bukan malah sibuk kegiatan seremonial. “Masalah interna saja belum beres, bagaimana bisa fokus menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya seperti dilansir RadarBanten.co.id.
Menurut Ali, pengisian jabatan harus berdasarkan prinsip the right man on the right place, bukan orang tepat dengan bos yang tepat. Apalagi Banten sedang menghadapi tantangan besar berupa distorsi pembangunan. Meskipun investasi meningkat, kesejahteraan masyarakat belum meningkat secara signifikan.
Sesuai data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Banten tembus Rp 60,7 triliun pada semester I/2025. Akan tetapi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) bertengger diposisi nomor dua tingkat nasional setelah DKI atau berda pada angka 6,64 persen. “Ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk belum berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tutur Ali.
Ali berharap pascapengisian jabatan, Pemprov Banten dapat kembali fokus menyelesaikan berbagai persoalan makro seperti distorsi pembangunan, kemiskinan, dan pengangguran yang masih tinggi. (*)


