KITAINDONESIASATU.COM-Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, dinilai warga kurang variatif. Sebab, menu yang diberikan hanya nasi, irisan telur dadar, dan susu. Bahkan pernah diberikan menu lain, namun setelah dibuka bau tidak sedap tercium dari menu yang dibagikan.
Seperti dikatakan Dini Anggraeni, warga Kampung Umbulan, Desa Mekaragung, Kecamatan Cibadak, menu didapatkan terlalu sederhana sehingga anak kurang berselera untuk mengonsumsinya. “Bagaimana anak bisa tumbuh sehat kalau isi menu MBG hanya irisan telur dadar dan susu saja,” ujarnya dengan nada kecewa, kemarin.
Keluhan tersebut tidak berhenti disitu saja. Bahkan kualitas menu lain yang diterima terdiri dari tempe, buah pir, dan ikan lele sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi karena berbaunya minta ampun. “Bau menyengat tercium saat menu dibuka. Saya tidak berani memberikan kepada anak karena takut ada apa-apa terhadap anak anak. Ya terpaksa kiat buang,” kata Dini.
Terkait keluhan tersebut, Dini berharap kepada pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi serta menindak tegas dapur penyedia MBG yang dinilai lalai dalam menjaga kualitas makanan. “Panggil segera kepala dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Kalau perlu berikan sanksi karena menu yang diberikan tidak layak konsumsi,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Lebak, Asep Royani, menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan memanggil pihak dapur yang bertanggung jawab atas distribusi menu MBG. “Saya akan panggil kepala dapur SPPG yang menyalurkan menu tersebut,” ujarnya. (*)

