Berita Utama

Geger Lagi Jejak Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Diungkap Alumni UGM Sendiri

×

Geger Lagi Jejak Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Diungkap Alumni UGM Sendiri

Sebarkan artikel ini
ijazah jokowi
Ilustrasi pembanding ijazah UGM tahun 1985, inset: Rismo Sianipar Hasiholan foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang alumni Universitas Gajah Mada (UGM) dari Fakultas Eletro, Rismo Sianipar Hasiholan kembali menilai jika ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo diduga palsu.

Rismon kemudian mengungkap jika font dalam ijazah yang digunakan antas nama Joko Widodo menggunakan Windows 3.1 pada hal dalam ijazah itu lulus tertanggal 5 November 1985.

“Bayangkanlah ini saja tahun 1992 windows 3.1, 9 April 1992, kok bisa Times New Roman ada di tahun 1985. Ini kan pasti komform palsu ini. Ya ditertawakan orang lah tahun 85, bisa pakai operating system windows,” kata Rismon Hasiholan dalam unggahan di akun YouTube Balige Academy 10 Maret 2025.

Jadwal Acara RCTI Sabtu, 15 Maret 2025: Andalkan MasterChef Indonesia S12 dan Preman Pensiun S9

Pada hal windows saja keluar pada tahun 1992, sementara font ijazah Joko Widodo tertlis 5 November 1985 menggunakan font Times New Roman.

Baca Juga  Empat Kiper Timnas Indonesia Bersaing Ketat dalam Debut FIFA Series 2026

Sementara Operating Sytem Windows sendiri baru dikeluarkan pada 6 April 192, sehingga jika ijazah yang digunana Joko Widodo benar-benar seperti ini sudah pasti palsu.

“Belum lagi Times New Roman saja tahun 92, 6 April. Pada hal tanggal ijazah 5 November 1985, ini kan sudah pasti, kalu ini benar ya yang diakui Joko Widodo sebagai ijazah ya pasti palsu,” kaya Rismon.

Jadwal Acara Trans TV Satu, 15 Maret 2025: Dari Cerita di Balik Hijab hingga Film The Hurricane Heist

Rismon kemudian mengatakan agar UGM berterus terang untuk tidak menutup-nutupi kasus ini sebagai alumi UGM malu yang jauh dari kampung halamannya menuntut ilmu di UGM.

Baca Juga  Hujan Lebat Landa Kota Bandung, Sejumlah Ruas Jalan Utama Terendam Air

“Ya UGM terus teranglah, lagian Joko Widodo sekarang sudah orang biasa. Terbukalah jujur jangan ditutup-tutupi. Nggak mungkin pada tahun 85 masih menggunakan disk operating system (DOS) dengan pixeleted, ga mungkin seperti ini jelasnya,” ujar Rismon.

Rismon juga membandingkan dengan salah satu ijazah yang dikeluarkan UGM atas nama Bambang Nurcahyo Prastowo lulus 5 Desember 1985, selisi satu bulan dengan ijazah Joko Widodo.

Dalam cetakan ijazahnya diungkapkan menggunakan cetakan sablon, karena memang saat itu tidak mungkin menggunakan Operating System Windows.

“Mungkin dari DOS menggunakan cetakan sablon, Kalau saya lihat di sini yang setara tahun 85 yang ada beredar itu ya beginilah, ya nggak ada jenis font standar seperti ini. Ini pasti dibuat tuangan baru disablon atau dicetak,” jelasnya.

Baca Juga  Wakil Gubernur Babel Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Oleh karena itu Sismon menilai ijazah yang melalui cetakan itu yang benar terkait teknologi cetak di erah tahun 1985, waktu itu.

“Ya ini yang tahun 85 saya kira ini yang benar tahun 85 ya, jadi dia font nya tidak standar, hurufnya tuangan baru dicetak gitu. Tapi tidak digital fontspace seperti ini,” ujarnya.

Selengkapnya buka unggahan akun YouTube berikut ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *