Menuding rezim Iran
Di sisi lain, Gedung Putih melalui Karoline Leavitt justru menuding rezim Iran sebagai dalang. Klaim ini bertolak belakang dengan temuan awal penyelidikan serangan udara sekolah perempuan Iran.
Menurut investigasi Al Jazeera, ada dua skenario: intelijen usang pra-2013 atau penargetan disengaja untuk guncang dukungan publik Iran. Keduanya berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.
UNESCO mengecam keras insiden ini sebagai “pelanggaran berat hukum kemanusiaan”. Jika terbukti disengaja, korban sipil perang Iran ini bisa jadi salah satu tragedi paling mematikan oleh operasi AS di Timur Tengah.
Dengan temuan awal investigasi militer AS Iran, tekanan internasional untuk transparansi dan akuntabilitas semakin menguat. Dunia menunggu hasil final penyelidikan serangan udara sekolah perempuan Iran.***



