KITAINDONESIASATU.COM – Gadis ABG berinisial S (13) jadi korban pencabulan oleh seorang pria berusia 30 tahun yang merupakan pelatih Futsal di sebuah lokasi penyewaan lapangan futsal yang ada di Kampung Pule, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.
Kasus tersebut pertama kali terungkap, saat beredarnya sebuah video yang merekam aksi bejat pelaku terhadap korban hingga diketahui oleh AW (31) orang tua korban. Setelah didesak, akhirnya korban baru mau menceritakan tindakan asusila yang dialaminya.
“Awalnya anak saya main futsal, udah lama juga dia (Korban) main futsal. Kata anak saya, Pas awal kejadian itu pelatih itu nyuruh bilang de anterin jersey ke atas sebentar,” jelas AW saat ditemui kitaindonesiasatu.com di rumahnya di Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi pada Senin 21 Oktober 2024.
“Anak saya nolak, banyak anak-anak yang lain, yang lain aja, terus kata pelatihnya gak apa-apa sebentar aja. Terus posisi baju jerseynya di buntel-buntel bulet gitu. Pas naik ke atas mau ditaruh baju jerseynya, kata anak saya gelap berasa sudah gak sadar. Gitu. Mungkin dari situ kejadiannya,” lanjutnya.
Lebih lanjut AW menuturkan, dari keterangan putrinya yang saat ini masih duduk dibangku kelas 7 itu mengaku dua kali dicabuli oleh pelaku. Parahnya lagi pelaku sengaja merekam aksi bejatnya untuk mengancam korban untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain.
“Anak saya gak tau ya, posisinya mungkin anak saya pas dilecehinnya itu gak sadar. Terus ada yang ke rumah, nanya ini anak ibu bukan di video ini begitu, pas saya liat bener anak saya lagi dilecehkan sama pelaku itu,” sebut AW.
AW menyebut, dari pengakuan korban kemungkinan putrinya sudah dua kali dicabuli oleh pelaku yang merupakan pelatih futsalnya itu. Pada kejadian pertama itu terjadi pada bulan November 2023, saat korban masih berumur 12 tahun atau masih duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar (SD).
“Katanya di bulan Oktober-November gitu, seingetnya itu dilakuin 2 kali. Soalnya dia (korban) sempat diancamnya 2 kali,” ujarnya.
Aw juga mengungkap saat ini ada sekitar 10 orang anak perempuan dengan usia rata-rata 13 tahun menjadi korban pelaku. Dan sudah 3 orang yang melapor ke Polres Metro Bekasi.
“Udah pak, baru masuk BAP katanya divisum, nanti suruh nunggu kabar lagi dari Polres. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,” ungkapnya.
AW berharap kasus yang dialami putri pertamanya itu bisa ditangani serius oleh pihak kepolisian, dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.
“Saya mau diadili seadil-adilnya dihukum seberat-beratnya, masa depan anak saya berantakan, jadi minder gara-gara video itu, jadi trauma,” pungkasnya.



Respon (1)