Pada tahun 2012, kepemimpinan beralih ke Murjiyanto, yang kemudian mengarahkan grup ini untuk fokus pada dangdut klasik.
Sejak beralih “aliran”, OM Lorenza mulai terkenal, bahkan mencapai tingkat popularitas yang tinggi.
Gaya dan Penampilan
OM Lorenza tampil dengan energi penuh saat membawakan lagu-lagu seperti “Tambal Ban”, “Antara Kau Dia dan Aku”, dan “Singkong dan Keju”.
Irama riang berpadu dengan lirik jenaka membuat penonton larut dalam suasana yang ringan namun menghibur.
Gaya berpakaian para personel OM Lorenza juga menjadi daya tarik tersendiri.
Mereka selalu mengenakan kemeja berwarna cerah, dasi panjang, celana cutbray, serta sepatu pantofel klasik—gaya yang seakan membawa kembali kejayaan dangdut era 70-an dan 80-an2.
Popularitas dan Pengaruh
Kemunculan OM Lorenza menggambarkan bagaimana masyarakat ingin bernostalgia.



