Kasus ini tidak hanya berdampak pada reputasi institusi pendidikan kedokteran tetapi juga menimbulkan trauma bagi korban dan keluarganya.
Pihak RSHS telah memberikan dukungan kepada korban melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memastikan hak-haknya terlindungi selama proses hukum berlangsung.
Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter residen di RSHS Bandung menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap tenaga medis serta perlindungan bagi pasien dan keluarganya.
Dengan penegakan hukum yang tegas dan dukungan bagi korban, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Masyarakat kini menantikan proses hukum yang transparan dan adil demi keadilan bagi semua pihak yang terlibat.***



