Berita Utama

Estafet Kepemimpinan: Komisi XI DPR Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Bos Baru OJK

×

Estafet Kepemimpinan: Komisi XI DPR Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Bos Baru OJK

Sebarkan artikel ini
kiki 4
Friderica Widyasari Dewi, terpilih sebagai Ketua OJK baru. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. Keputusan ini diambil setelah serangkaian proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang berlangsung ketat di Gedung Parlemen, Rabu (11/03/2026).

Friderica, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen di OJK, terpilih berkat rekam jejaknya yang dinilai mumpuni dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.

Untuk posisi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Komisi XI sepakat menunjuk Hernawan Bekti Sasongko. Kemudian Hasan Fawzi, terpilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Baca Juga  DPR Dorong OJK dan Bank Himbara Tegakkan Penghapusan Piutang UMKM untuk Akses Perbankan

Komisi XI juga menetapkan Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK dan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Penunjukan wanita yang sapa dipanggil Kiki ini diharapkan membawa angin segar bagi penguatan pengawasan industri jasa keuangan di tengah tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan, tugas berat menanti Friderica, terutama dalam menjaga kepercayaan investor dan masyarakat terhadap integritas pasar modal serta perbankan nasional.

Baca Juga  Kemenkop Serahkan Daftar Koperasi yang Menjalankan Kegiatan di Sektor Jasa Keuangan ke OJK

Dengan pengalaman panjangnya di sektor pasar modal dan regulasi, Friderica diyakini mampu membawa OJK menjadi lembaga yang lebih responsif dan transparan di tahun 2026.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *