Di lapangan, Palang Merah Lebanon mengerahkan sekitar 100 ambulans untuk mengevakuasi korban. Rumah sakit dilaporkan kewalahan menangani lonjakan pasien luka.
Tim penyelamat masih terus berupaya mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan akibat serangan udara.
Serangan ini terjadi tak lama setelah muncul kabar adanya kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan sejumlah pihak internasional, termasuk Amerika Serikat dan Iran.
Namun, eskalasi terbaru justru memicu kekhawatiran bahwa upaya diplomasi tersebut berada dalam kondisi rapuh.
Perserikatan Bangsa-Bangsa turut mengecam insiden ini. Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, menegaskan bahwa jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar tidak dapat diterima.
Hingga kini, situasi di Lebanon masih memanas. Komunitas internasional terus mendesak adanya langkah konkret untuk menghentikan konflik dan melindungi warga sipil.***



