KITAINDONESIASATU.COM – Operasi pencarian korban tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memasuki hari kelima dengan penemuan korban yang terus bertambah. Hingga Jumat pagi ini, data terbaru mencatat 10 orang meninggal dunia sementara 18 warga lainnya masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, Jumat mengonfirmasi peningkatan jumlah korban tewas. Dari sepuluh jenazah yang ditemukan, dua di antaranya merupakan bagian tubuh (body part) yang masih diupayakan identifikasi.
Bencana yang terjadi pada Minggu sore (16/11) ini juga mengakibatkan 7 warga luka-luka, 48 rumah roboh, dan 195 rumah terdampak, memaksa total 934 jiwa mengungsi.
Sekitar 700 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan dalam upaya evakuasi. Namun, operasi SAR masih menghadapi hambatan serius, termasuk potensi longsor susulan, adanya kubangan air, dan aliran mata air yang terus memicu pergerakan tanah.
Untuk mengatasi hambatan cuaca dan kestabilan lereng, BNPB bersama lintas instansi sedang melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan membangun jalur pembuangan air. Pemerintah juga telah menyiapkan lahan seluas 2 hektare untuk segera dibangun Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.(*)

