Ia menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian setelah Israel dan Hamas bertukar tawanan dan sandera beberapa jam sebelumnya.
Menurut Trump, kesepakatan itu akan membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
“Pembangunan kembali telah dimulai, dan saya pikir ini akan menjadi bagian termudah,” katanya.
“Tidak akan ada lagi Perang Dunia Ketiga di Timur Tengah. Kami sepakat bahwa Gaza yang baru harus menjadi wilayah yang damai dan demiliterisasi,” katanya lagi.
Erdogan Diduga Tekan Netanyahu untuk Tidak Hadir di KTT
Sementara itu, muncul kabar bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu batal menghadiri KTT Gaza setelah adanya tekanan diplomatik dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang dilaporkan mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin regional.
Menurut laporan AFP, Netanyahu awalnya dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut, namun membatalkan kehadirannya hanya 40 menit setelah Mesir mengonfirmasi partisipasinya.



