Berita UtamaNews

Jembatan Utama Ambruk Diterjang Banjir Jember, Perjalanan Warga Jubung 5 Kali Lipat Lebih Jauh

×

Jembatan Utama Ambruk Diterjang Banjir Jember, Perjalanan Warga Jubung 5 Kali Lipat Lebih Jauh

Sebarkan artikel ini
Banjir di Jember (istimewa)
Banjir di Jember (istimewa)

KITAINDONESIASATU.COM – Banjir Jember pada pertengahan Desember 2025 menyisakan persoalan serius bagi infrastruktur daerah.

Salah satu dampak banjir Jember yang paling dirasakan adalah ambruknya Jembatan Gantung Darus di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.

Jembatan yang telah melayani masyarakat selama dua dekade ini hancur total setelah diterjang derasnya aliran Kali Bedadung akibat curah hujan yang ekstrem.

​Peristiwa yang terjadi pada Senin malam ini bermula saat tumpukan material sampah alami, seperti batang bambu, menghantam konstruksi jembatan.

Debit air yang meningkat drastis bahkan sempat merendam area pemakaman di sekitar lokasi. Meski air telah kembali surut ke level normal pada keesokan harinya, kerusakan yang ditinggalkan sangat masif dan memutus akses vital masyarakat.

​Warga Terpaksa Memutar Jalur Lebih Jauh Akiat Banjir Jember

​Lumpuhnya jembatan ini membawa perubahan besar pada rutinitas harian penduduk di tiga kecamatan, yaitu Sukorambi, Ajung, dan Rambipuji.

Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama untuk keperluan perdagangan dan akses sekolah bagi anak-anak desa. Kehilangan akses penyeberangan ini membuat warga harus menempuh perjalanan yang jauh lebih melelahkan.

​Jika biasanya warga hanya perlu melintasi jarak beberapa ratus meter, kini mereka diwajibkan memutar jalur sejauh lima kilometer.

Selisih jarak yang mencapai lima kali lipat ini tentu berdampak pada efisiensi waktu dan biaya transportasi masyarakat. Selain masalah akses jalan, rusaknya jaringan listrik yang menempel pada jembatan juga sempat memadamkan aliran energi di wilayah terdampak.

Kini, masyarakat sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk membangun kembali sarana penghubung tersebut agar roda ekonomi dan pendidikan dapat pulih seperti sedia kala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *