KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan terus terjadi akibat perang Iran – Israel dan AS, pemerintah Arab Saudi kini mengusir beberapa pejabat militer Iran, serta memperbarui kecaman kerasnya terhadap apa yang digambarkan sebagai serangan terang-terangan oleh Iran.
Serangan Iran dilakukan terhadap Kerajaan dan sejumlah negara-negara regional, kata Kementerian Luar Negeri pada hari Sabtu (21/3/2026) kemarin.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Saudi, kementerian tersebut mengatakan bahwa penargetan berkelanjutan terhadap kedaulatan Arab Saudi, infrastruktur sipil, misi diplomatik, dan kepentingan ekonomi oleh Iran merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan norma internasional.
Ditambahkan pula bahwa serangan-serangan tersebut juga melanggar ketentuan Perjanjian Beijing dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 (2026), serta prinsip-prinsip bertetangga baik dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali kecaman tegasnya terhadap serangan Iran terhadap Arab Saudi, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk, dan negara-negara Arab dan Islam lainnya, serta memperingatkan bahwa eskalasi tersebut akan berdampak serius pada hubungan bilateral.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa otoritas Saudi telah memberitahukan kedutaan Iran bahwa atase militer, asisten atase militer, dan tiga anggota staf lainnya telah dinyatakan sebagai persona non grata dan harus meninggalkan Kerajaan dalam waktu 24 jam.
Pernyataan itu menegaskan kembali pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan pada 9 Maret, yang memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan oleh Iran merupakan eskalasi lebih lanjut yang akan berdampak besar pada hubungan ke depan.
Arab Saudi juga menekankan bahwa mereka akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanannya, dengan mengutip haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. **


